Postingan

Mendalami Makna Perdamaian

Gambar
Agama Islam adalah agama damai. Secara harfiah, kata Islam sendiri memiliki arti damai, selamat dan pasrah (kepada Allah SWT). Sungguh disayangkan, banyak pihak di dunia internasional menilai Islam sebagai agama yang penuh kekerasan, menganggap Islam sebagai ancaman global. Ketakutan yang mereka rasakan sering diistilahkan dengan islamophobia. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut merupakan buah dari tragedi 9/11 yang dilakukan oleh kelompok ekstremis, Al Qaeda. Sejak itu, anggapan orang awam tentang Islam sebagai agama radikal terus berkembang. Terlebih dengan meluasnya ancaman-ancaman yang dilakukan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Islamophobia atau ketakutan berlebih terhadap agama Islam terus muncul di negara-negara Barat. Diskriminasi kemudian lahir sebagai leburan dari perasaan asing mereka terhadap Islam yang diiringi kebencian dan dendam yang mendalam. Padahal, jika memahami Islam secara lebih mendalam akan mengantarkan kita pada banyaknya anjuran p...

Sabar sebagai Jalan Perdamaian

Gambar
Sabar sesungguhnya merupakan jalan terbaik untuk mewujudkan perdamaian. Apalagi kita menyadari, setiap umat manusia di dunia ini tidak mungkin luput dari berbagai macam ujian. Melalui ujian dan cobaan, Allah Swt sejatinya hendak meninggikan derajat hamba-Nya yang senantiasa beriman dan mengingat-Nya. Di dalam Alquran Allah berfirman: وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ ”Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar” (QS. An-Nahl: 126). Menurut Prof Muhammad Quraish Shihab (2017), secara eksplisit ayat tersebut menegaskan bahwa setiap muslim apabila hendak memberi hukuman pada orang yang telah menyakitinya, hendaknya memberikan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya sesuai kesalahan yang telah dilakukan. Sebaliknya, Allah Swt melarang...

Kunci Perdamaian Adalah Persaudaraan

Gambar
Dalam acara Halaqah Alim Ulama bertema “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan Ibroh” di Surakarta akhir Agustus lalu, Wakil Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, KH. M. Dian Nafi, mengatakan bahwa kunci terwujudnya perdamaian adalah persaudaraan di antara masyarakat. Menurutnya, perdamaian adalah misi utama dari agama Islam, serta basis paling dasar untuk mencapai perdamaian adalah menjalin persaudaraan. Kegiatan yang digelar Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan tersebut menghadirkan tokoh nasional sekaligus penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof. Dr. Mahfud MD, sebagai  keynote speaker.  Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, dan sejumlah tokoh dihadirkan pula sebagai pembicara. Di antaranya, KH. M. Dian Nafi, Josuwa Ramos (penyintas aksi teror Bom Kuningan 2004), Kurnia Widodo (mantan narapidana kasus terorisme), dan Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi. Anggota Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat...

Kata Nabi, Pengadu Domba Tak Masuk Surga

Gambar
Rasulullah menjamin surga untuk siapa saja yang bisa menjaga lisannya. Namun realitanya menjaga lisan tak semudah menjaga masakan di rumah. Sering menceritakan aib sesuatu yang tidak disenangi kepada orang lain adalah hal lumrah yang bisa terjadi tanpa niat sedikitpun sebelumnya. Dan itulah yang sering disebut dengan adu domba. Adu domba terjadi ketika sepasang lisan sudah tak lagi terjaga.  Hakikatnya, mengadu domba adalah membuka rahasia sesuatu yang memang tidak disukai jika dibeberkan. Mengadu domba jaman sekarang tidak hanya dilakukan oleh sepasang lisan, namun juga bisa melalui tulisan, tanda, atau isyarat. Perbuatan tersebut memang direkayasa untuk merusak, menfitnah, atau menghancurkan orang lain serta memicu perpecahan.  Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya: ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﺎﻝَ ‏ ﺃَﻻَ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻌَﻀْﻪُ ﻫِﻰَ ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺎﻟَﺔُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ Dari Abdullah bin Mas’ud, ses...

Hasut dan Adu Domba adalah Dosa Besar. Kenapa Kita Sering Melakukannya?

Gambar
Tiap hari kita,  caci maki, kata-kata kasar, menuduh, stigmatisasi sesat dan sejenisnya masih terus meluncur dari mulut ke mulut dan berhamburan dari mimbar ke mimbar,  seakan-akan tak bisa berhenti atau dihentikan bagai busur (anak panah) yang dilepaskan ke arah sasarannya. Banyak hati yang terus membara, mendidih dan menyala-nyala, seakan terlampau sulit untuk padam.  Di antara mereka ada yang seperti amat senang memprovokasi, mengadudomba dan menyulut api permusuhan antar umat seagama atau berbeda agama atau antar warga negara. Akal intelektual sebagai unsur khas manusia yang karena itu ia menjadi terhormat, tak lagi digunakan. Ia telah disingkirkan dari ruang percakapan sosial. Yang menguasai diri adalah emosi yang siap membuncah dan meledak-ledak. Tetapi satu hal yang sungguh tidak dapat dimengerti adalah bahwa mereka yang terlibat dalam pusaran saling mengumbar marah dan menghasut itu menganggap diri paling mengerti tentang agamanya sambil m...

Khawarij, Apa dan Siapa?

Gambar
Di dalam sejarah Islam banyak sekali aliran dan kelompok teologis yang berkembang. Banyak yang bertahan, namun ada pula yang telah sirna ditelan zaman. Di antara yang menarik banyak perhatian para pengkaji teologi Islam adalah  khawarij.  Dalam konteks sekarang, kelompok yang menamakan dirinya  khawarij  bisa dikatakan sudah tidak ada lagi. Akan tetapi secara sikap dan pandangan yang ekstrimis barangkali masih ada sampai kapan pun, termasuk hari ini. Secara etimologis,  khawarij  adalah bentuk plural dari  kharij  yang berarti orang yang keluar. Dalam bentuk plural,  Khawarij  bermakna orang-orang yang keluar. Kelompok ini menganggap dirinya sebagai orang yang mendaku sebagai paling islami. Kelompok khawarij dalam konteks klasik diterjemahkan oleh al-Syahrastani sebagai kelompok yang keluar dari sikap keberagamaan mayoritas ( al-Aswad al-A’zham ) di masa kekhalifahan al-Rasyidin, atau generasi  tabi’in  (generasi setel...

Mengafirkan Sesama Muslim, Takfiri, Dulu dan Sekarang

Gambar
Tauhid adalah alur pikiran yang menetapkan zat Allah dan menafikan selain-Nya. (Lihat Abu Hamid Al-Ghazali,  Al-Iqtishad fil I‘tiqad , Beirut, Darul Fikr, 1997 M/1417 H, halaman 58-59). Hal ini tampaknya sederhana. Tetapi pada perkembangannya, para teolog Muslim (mutakallimin) terpecah ke dalam sejumlah aliran teologi seperti aliran besar yang kita kenal. Masing-masing aliran membuat formula-formula teologis yang biasanya rumit dipahami perihal tauhid. Sering kali masing-masing dari mereka kemudian bertindak melewati batas dengan meninggalkan jauh Al-Qur’an dan hadits atau memhaminya secara tekstual dalam membuat formula tersebut. Seiring perkembangan para mutakallimin ini kerap berdiskusi satu sama lain. Mereka mendiskusikan banyak hal yaitu eksistensi sifat tuhan, perbuatan tuhan, perbuatan dan ikhtiar manusia, kenabian, hingga kepemimpinan. Mereka cukup produktif melahirkan banyak karya (sekali lagi, biasanya rumit yang dibaca dengan mengernyitkan dahi) ya...