Postingan

Penembakan di Selandia Baru: Terorisme atau Penembakan Massal?

Gambar
tirto.id  - Jumat, 15 Maret 2019 akan dikenang sebagai sejarah kelam di Selandia Baru. Hari itu, di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di kota Christchurch, penembakan brutal terjadi kepada para jamaah yang hendak menunaikan salat Jumat.  Pelaku teror yang teridentifikasi bernama Brendon Tarrant tersebut adalah warga Australia berusia 28. Saat melakukan aksinya, ia sempat menyiarkan melalui media sosial selama 17 menit. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kaget mendengar peristiwa penembakan massal yang menewaskan 49 orang tersebut. “Apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ardern. Ardern pun mengatakan bahwa migran dan pengungsi mungkin terkena dampak dari penembakan paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru modern itu. “Jelas, ini adalah serangan teroris,” tegas Jacinda Ardern seperti dikutip  AP News . Baca juga:  Facebook, Youtube, Google Segera Hapus Video Teror...

Nasionalisme Ajaran Islam

Gambar
Cinta tanah air merupakan naluri setiap insan, demikian kurang lebih ungkapan Quraish Shihab. Siapapun orangnya pastilah dirinya tidak akan mampu melupakan tanah kelahiran, meski sudah bertahun-tahun hijrah ke tempat baru yang lebih nyaman. Sebab nama tempat kelahiran akan selalu tetap terbawa dalam data identitas seseorang, di manapun dan sampai kapanpun. Setiap warga negara sejati sudah barang tentu akan mencintai dan menghargai tanah kelahirannya. Sampai kapanpun dia tidak akan rela negara atau kampung halamannya dijajah, ditindas, direbut, dan diobrak-abrik tatanannya oleh orang-orang asing dengan segala kepentingannya maupun anak bangsa yang menjadi ‘tangan panjang’ kekuatan asing. Tidak akan mudah seseorang menerima tanah airnya untuk berubah menjadi wajah orang lain. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya mulai tenaga, fikiran, hingga harta akan dikerahkan menghalau segala bentuk neo-kolonialisme. Cinta tanah air merupakan suatu cinta yang istimewadi hati para ulama. ...

Jihad dalam Islam; Dahulu dan Kini

Gambar
Al-Qur’an menyebutkan kata  ja-ha-da  sebanyak 42 kalimat dengan  shighât  yang berbeda, sebagimana yang telah diteliti oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam indeks al-Quran.  Salah satunya berada dalam  surat al-Ankabût  ayat 69:  “Dan orang-orang yang berjihad (jâhadû) untuk mencari keridhaan kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”  <> Hadits-hadits yang berbicara seputar jihad juga amat banyak. Sahabat Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda  “Sesungguhnya surga berada di bawah naungan pedang.”  Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan “Barang siapa yang kakinya berdebu karena jihad fi sabilillah maka Allah akan mengharamkan kepadanya neraka.” Imam al-Nawawi mencantumkan hadits keutamaan jihad sebanyak 67 hadits dalam kitabnya  Riyâdh al-Shâlihîn . Diantaranya diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, ba...

Habib Luthfi dan Gus Muwaffiq Ingatkan Pentingnya Menjaga Merah Putih

Gambar
Orasi Kebangsaan Gus Muwaffiq di SimpanglimaSemarang Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menyampaikan rasa syukur karena acara Apel Kebangsaan ''Kita Merah Putih'' yang berlangsung di Lapangan Simpanglima  Kota Semarang, Jawa Tengah dihadiri berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat sipil, TNI, Polri, para habib dan kiai. “Kalau sudah berkumpul seperti ini, apakah masih ragu kekuatan Indonesia?” tanya Habib Luthfi kepada puluhan ribu umat dan masyarakat yang hadir, Ahad (17/3). Habib Luthfi menyanjung kiprah para pendahulu dalam menerapkan rasa  handarbeni  dan nasionalisme terhadap Indonesia. Menurut Habib Luthfi ajaran itu tercermin dalam ritual membangun rumah. Budaya para pendahulu ketika membangun rumah pasti tidak melupakan merah putih. Habib Luthfi menambahkan, bendera kebanggaan Republik Indonesia itu selalu diikatkan pada  blandar  ...

Membangun Bangsa dengan Keragaman Agama

Gambar
Pemahaman terhadap suatu agama harus dimulai dengan pemahaman terhadap dasar-dasar ajaran dari agama itu sendiri. Tanpa memahami dasar-dasar agama, seseorang akan mudah terhasud oleh kelompok-kelompok yang sedang berkepentingan. <> Demikian pula untuk memahami ajaran agama Islam, harus memahami dasar-dasarnya secara mendalam dan menyeluruh. Dalam Al Qur’an ditegaskan “Udkhulu fis silmi kaffah” yang artinya “masuklah kamu semua ke dalam agama Islam secara keseluruhan”. Sebagaimana pernah di kemukakan oleh KH. Muchit Muzadi bahwa untuk menjadi muslim yang kaffah harus ada keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Konsep ibadah dalam Islam sendiri mempunyai cakupan yang sangat luas, ibadah ritual merupakan bentuk ibadah vertikal antara seorang hamba kepada Tuhannya, sedangkan ibadah sosial adalah manifestasi dari hubungan antar sesama ciptaanNya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua bentuk ibadah tersebut mutlak harus dilakukan oleh seorang muslim menyatakan di...

Kerukunan, Aset Indonesia di Tengah Keberagaman

Gambar
JAKARTA, (PR).- Keragaman yang relatif bisa dijaga dengan baik di Indonesia hendaknya menjadi aset yang terus dipelihara sebagai bagian dari Indonesia yang menginspirasi perdamaian dunia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jabhat Al-A'lam Islami Lebanon Syekh Zuhair Juaid saat berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Jumat 7 Desember 2018. Menurut Syekh Zuhair, NU sebagai salah satu organisasi massa Islam dengan jamaah yang banyak menjadi satu golongan yang berpengaruh dalam menjaga keragaman ini. "Sepengetahuan saya, Indonesia memiliki 270 juta penduduk, dengan banyak keragaman, tapi tetap rukun. Ada konsep tasamuh (berlaku baik, lemah lembut) pada masyarakatnya," kata Syekh Zuhair. Dia megunjungi PBNU untuk menjadi narasumber dalam seminar bertajuk "Peran Umat Islam Indonesia dalam Membangun Peradaban Dunia". Menurut beliau, jika dilihat dari perspektif Islam, maka konsep ini jelas sejalan dengan perangai Rasulullah yang menjadi r...

Enam Prinsip Hubungan Umat Islam dengan Pemeluk Agama Lain

Gambar
Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang digelar pada 28-29 Juli 2018 atau bertepatan dengan 15-16 Dzulqa’dah 1439 H menyoroti sejumlah masalah keagamaan. Salah satu materi bahtsul masail dalam forum tertinggi NU tingkat wilayah di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu adalah soal kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut ini adalah di antara hasil diskusi Komisi Bahtsul Masail Maudhu’iyah. Berbeda dari Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah, komisi ini lebih fokus pada paparan konseptual tentang masalah tertentu, ketimbang kesimpulan hukum “halal-haram”. Pembahasan dilakukan oleh para utusan dari berbagai Pengurus Cabang NU di Jatim, serta dirumuskan oleh KH Ahmad Asyhar Shofwan, K Fauzi Hamzah Syam, KH Shamthon Mashduqi, dan KH Abd. Rozaq Sholeh. Selanjutnya, hasil tersebut di-tashih kembali oleh KH  Romadlon Khotib, KH Muhibbul Aman Aly, dan KH Azizi Hasbulloh. _______________ Prinsip Menjalin Kerukunan bagi Uma...