Postingan

Melindungi Anak dari Bibit Radikalisme

Gambar
Seiring dengan perkembangan jaman, radikalisme tidak lagi menyasar kelompok dewasa. Namun radikalisme juga menyasar kalangan anak-anak. Dari pelaku kasus terorisme yang ditangkap telah menunjukkan bahwa usia mereka sudah semakin muda. Bahkan, dari 9 pelaku yang ditangkap di Poso beberapa saat lalu, dua diantaranya masih dibawah umur. Menurut catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah peningkatan pelanggaran terhadap anak pada 2016 lalu mencapai 4.482 kasus. Dari jumlah tersebut, radikalisme menjadi salah satunya. Kemudian anak yang terpapar radikalisme juga meningkat 42 persen, dari 180 kasus menjadi 256 kasus. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari propaganda kelompok radikal melalui media massa. Berbagai aksi kekerasan yang diunggah di media sosial, tidak jarang melibatkan anak-anak. Bahkan, di Suriah, sempat beredar ana-anak yang diduga berasal dari Indonesia, sedang dilatih perang oleh militan ISIS. Fakta ini tentu sangat mengejutkan. ...

Merawat Harmonisasi Agama dan Negara

Gambar
Beberapa peristiwa nasional dua tahun terakhir, seperti pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), aksi 212, dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019 menjadikan tema ‘agama dan negara’ menarik untuk disimak. Perdebatan tentang relasi agama dan negara telah begitu lama berlangsung, sama lamanya dengan usia bangsa ini. Ijtihad dan tirakat para  founding fathers  kita pada akhirnya berhasil merumuskan hubungan yang tepat antara agama dan negara dalam bingkai NKRI pada asas simbiosis-mutualistik dengan Pancasila sebagai dasarnya. Seturut Nurcholis Madjid (1994: 1) agama dan negara dalam Islam, meskipun tidak terpisahkan, namun tetap dibedakan. Dan pancasila telah berhasil mendamaikan—untuk tidak menyebut menyatukan—keduanya dalam hubungan yang harmonis-sinergis. Hasilnya, heteregonitas budaya, suku, dan agama dapat rukun terjaga. Meski begitu, tidak sedikit kelompok yang mengancam dan ingin myenggoyang ketentraman di Indonesia. Ada yang secara terang-...

Pancasila Menurut Mayoritas Umat Islam Indonesia

Gambar
Oleh : M. Khoirul Huda Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) telah menyulut polemik dari berbagai pihak. Di akar rumput, hal ini memantik kembali perdebatan dengan hubungan Pancasila dengan Islam. ABB disebut menolak menandatangani pernyataan sumpah setia kepada Pancasila. ABB meyakini Pancasila dan sistem demokrasi yang digunakan dalam kehidupan politik masyarakat Muslim Indonesia merupakan bentuk kesyirikan. Sikap ini tentu berbeda dengan mayoritas umat Islam di Indonesia yang menerima Pancasila sebagai konsep yang tidak bertentangan dengan Islam. Bahkan, mayoritas bangsa Indonesia meyakini bahwa Pancasila adalah berasal dan menjadi bagian dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Mengamalkan Pancasila sama dengan mengamalkan Islam. Karena itu, tidak ada pertentangan antara Pancasila dengan Islam. Mayoritas Umat Islam Indonesia Bagaimana kita tahu mayoritas umat Islam menerima Pancasila dan demokrasi? Sederhananya, kita dapat melihat pandangan resmi dua orma...

Islam Agama Perdamaian, Bukan Perang!

Gambar
الحَمْدُ لِلهِ، الحَمْدُ لِله الَّذِيْ شَرَعَ عَلَيْنَا الجِهَادَ، وَحَرَّمَ عَلَيْناَ الفَسَادَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ أدَخَرَهَا لِيَوْمِ المِعَاد، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللهمّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلِى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ Jamaah shalat jum’at  rahimakumullâh , Umat Islam periode awal pernah mengalami ketegangan militer dengan kaum musyrikin Quraisy ketika sekitar 1400 muslimin hendak menunaikan ibadah haji. Kaum musyirikin yang tidak rela berupaya menghalangi pintu masuk kota Makkah dengan kekuatan militer yang cukup besar. Di sinilah Rasulullah mengambil jalur perundingan.  Hasilnya, pada bulan Maret 628 M atau Dzulqaidah 6 H, perjanjian hudaibiyah atau dise...

Gus Muwafiq Ungkap ‘Modus’ Kelompok Perusak Agama dan Bangsa

Gambar
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengungkapkan bahwa salah satu cara pihak lain merusak Islam di era saat ini adalah dengan menghilangkan kepercayaan umat pada pemimpinnya. Padahal menurutnya, Islam tidak bisa berkembang tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa jamaah dan tidak ada jamaah tanpa pemimpin. Sementara tidak ada pemimpin tanpa adanya ketaatan. Sehari tanpa pemimpin lebih bahaya dari 1000 tahun dipimpin orang dzalim. "Cara menghancurkan Islam, dihajar terus para pemimpinnya sampai orang tidak percaya sama pemimpin itu. Dan akhirnya pemimpin tersebut dijatuhkan dan diganti pemimpin yang asal-asalan," katanya, Kamis (17/1). Sosok yang pernah menjadi asisten pribadi Presiden ke-4 Indonesia, KH Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan juga bahwa kini banyak yang ingin menghilangkan wibawa pemimpin. Contohnya beberapa tokoh Nahdlatul Ulama dan pemimpin pesantren di Indonesia diserang bertubi-tubi lewat media sosial dengan kata-kata makian, kata kasar, dan...

JANGAN IMPOR KONFLIK SURIAH

Gambar
Penulis: Camilia Alhamid (Mahasiswi dan Aktivis Anti Intoleransi) Pada bulan November tahun lalu, tagar ‘Jangan Suriahkan Indonesia’ (#JanganSuriahkanIndonesia) sempat menjadi trending topic di sejumlah media sosial, terutama Twitter. Awal kemunculan tagar ini ketika massa yang sebagian besar merupakan alumni 212 menggelar aksi politik bela Tauhid. Aksi ini didasari insiden pembakaran bendera HTI oleh tiga pemuda GP Anshor di Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2018 (yang kemudian terus dipolitisir bahkan hingga aksi PA 212 di Solo kemarin (13/1) dimana tidak ada satu merah putih pun yang dikibarkan, hanya bendera propaganda berkalimat tauhid). Bendera hitam yang dibakar itu diyakini merupakan bendera organisasi terlarang HTI yang memang menggunakan kalimat Tauhid. Sehingga banyak umat muslim yang marah dan menganggap kejadian tersebut merupakan penghinaan terjadap kalimat Tauhid. Namun isu ini terus bergulir, dengan perbedaan pandangan antara satu ...

Terorisme Reinkarnasi Paham Khawarij

Gambar
Akhir-akhir ini negeri kita kembali diserang sekelompok orang radikal yang tidak memahami subtansi agama (Islam) secara utuh dan tersudut dalam pikiran sempit dan terbatas . Kelompok radikal tersebut dinamai teroris karena mengancam ketertiban, ketenteraman, dan kedamaian masyarakat. Orang sehat akal pikirannya pasti geleng-geleng kepala dan mencari-cari jawaban apa motif dibalik penyerangan serta pengeboman yang mereka lakukan.  Salah satu alasan populer para teroris sampai berani menyakiti diri sendiri dan orang lain adalah surga dan bidadari yang konon akan langsung menjemput mereka. Tak heran orang yang meledakkan bom bunuh diri disebut “pengantin”. Ada faktor lain selain surga dan bidadari alasan tidak begitu populer dan diketahui banyak orang, yakni faktor pikiran. Cara berpikir para teroris ini mewarisi paham Khawarij yang dengan enteng menuduh ‘Ali telah kafir.  Pada mulanya kelompok Khawarij adalah tentara pendukung Ali, namun kemudia...