Postingan

Gus Sholah Bantah Klaim HTI Jika Indonesia Negara Thagut

Gambar
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Shalahudin Wahid (Gus Sholah) menolak tegas tuduhan beberapa kelompok Islam yang mengatakan bahwa Indonesia negara taghut. Gus Sholah kali ini memberikan argumentasi lewat sisi sejarah pendirian Indonesia. “Kita sampaikan pada masyarakat jika negara ini bukan thagut. Bagaimana mungkin negara yang didirikan oleh kelompok-kelompok yang di dalamnya ada kiai, ada NU dan Muhammadiyah dan lainnya juga dikatakan thagut. Ini tandanya mereka tidak paham betul negara ini. Kok bisa dikatakan Indonesia bertentangan dengan Islam,” katanya saat peresmian Museum Islam Indonesia, di komplek Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12). Lebih lanjut Gus Sholah, menyatakan, negara Indonesia tidak bersyariah dalam pandangan undang-undang dasar. Namun dalam undang-undang banyak sekali syariat Islam yang masuk dalam konstitusi. Indonesia tidak melarang syariah Islam masuk dalam konstitusi kecuali hukum bab jinayah (tindak pidana). Alha...

Cinta Tanah Air Dalam Islam

Gambar
                Konsep "cinta tanah air" dalam islam di wujudkan dalam bentuk taat kepada pemerintah yang sah hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :      Firman Allah SWT dalam Al-Quran : "Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul(nya) dan ulil amri di antara kamu (Q.S An-Nisa Ayat 59). #muslimsejati Sumber : ig account  @fkmthi_nasional

JIHAD FI SABILILLAH. YAITU, KONSEP BERJUANG UNTUK MEMBEBASKAN MANUSIA

Gambar
   Siapa yang tidak menginginkan hidup mulia, baik di dunia dan akhirat? Hampir bisa dipastikan tidak ada satu pun orang yang memiliki cita-cita hidup sengsara dan masuk neraka. Semuanya berkeinginan kuat hidup damai di dunia dan kelak di akhirat masuk surga. Dari sinilah, ratusan bahkan milyaran manusia di dunia ini berlomba-lomba menjadi pribadi yang baik dan hendak hidup tenang kelak di alam baka. Banyak cara yang mereka lakukan. Car yang paling banyak adalah masuk atau memeluk agama. Dengan beragama, manusia akan memiliki pedoman hidup dan jalan hidup. Dengan agama pula, mereka hendak menciptakan keteraturan dan ketenangan antar sesama. Itulah esensi agama. Ditilik dari segi etimologi, agama berasal dari bahasa Sansekerta, yakni ‘a’ (tidak) dan ‘gamma’ (kekacuan). Jadi, agama adalah untuk menyatukan, mengatur agar teratur, tidak ada kekacauan, dan menjunjung tinggi moral. Orang beragama tentu memiliki suatu kondisi dimana ia menjadi pengikut (hamba) yan...

Pemahaman Jihad dalam Perspektif Islam di Indonesia

Gambar
Kata jihad cukup populer di dunia Islam temasuk di Indonesia, bahkan tidak keliru jika dikatakan bahwa jihad merupakan salah satu prinsip dasar ajaran Islam. Sayang, kata ini sering kali dikerdilkan maknanya atau dan digunakan bukan pada tempatnya.        Kata jihad terambil dari Bahasa Arab: jahd, yang pada mulanya berarti kesulitan/kesukaran atau juhud, yakni kemampuan. Kedua makna tersebut mengisyaratkan bahwa jihad yang sebenarnya tidaklah mudah, tetapi dapat menjadikan sang mujahid berhadapan dengan aneka kesulitan dan kesukaran. Sang Mujahid juga dituntut untuk tidak berhenti sebelum kemampuannya berakhir atau cita-citanya terpenuhi. Itu sebabnya dalam perjuangan merebut kemerdekaan, para mujahid/pejuang bangsa kita berpekik, “Merdeka atau mati.”         Merujuk pada sumber-sumber ajaran Islam―al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw.―ditemukan aneka ragam jihad bermula dari jihad dengan hati untuk melahirkan/mengukuhkan tekad, deng...

Trilogi Jihad Zaman Now

Gambar
Bulan suci Ramadhan merupakan salah satu bulan yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Sambutan sukacita dilakukan akan datangnya bulan yang penuh ampunan dengan berbagai macam cara. Ada yang dengan pawai di jalan-jalan protokol, ada yang menyambutnya dengan membersihkan tempat ibadah dan lingkungan sekitar, serta masih banyak lagi cara. Semua itu dilakukan dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat yang didasarkan pada kebersamaan dan kesadaran bersama. Sayangnya, uforia menyambut datangnya bulan suci Ramadan juga dibarengi dengan dukacita dari saudara-saudara kita yaitu umat Nasrani yang mengalami musibah akibat serangan berupa peledakan bom oleh oknum tidak bertanggung jawab di berberapa daerah di Indonesia. Serangan tersebut terjadi saat mereka sedang melaksanakan sembahyang di tempat ibadah. Penyerang berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah perintah agama dan merupakan salah satu cara untuk berjuang di jalan Allah. Hal ini secara fundamental ter...

Jangan Terkecoh Makna Jihad yang Sesat

Gambar
Teror bom yang mengguncang sejumlah lokasi di tanah air dalam dua hari terakhir  ini, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo, seharusnya  kian menyadarkan masyarakat akan makna  jihad  yang benar. Sebab, tindakan para teroris yang mengatasnamakan  jihad  (membela Islam) itu, justru jauh dari nilai-nilai Islam yang notabene mencintai kedamaian dan menjunjung toleransi. Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan  saat memberikan tausiyah dalam Wisuda Tahfidh Juz ‘Amma & Pelepasan siswa-siswi RA dan MI Maarif NU Darul  Falah, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad (13/5) malam. Menurutnya,  jihad  yang dimaknai sempit dengan arti berperang dan membunuh, menjadi sumbu pendek meledaknya aksi teror di segenap penjuru dunia.  “Padahal konteksnya sekarang sudah beda. Makna  jihad  hari ini adalah memberantas kemiskinan, keterbelakangan dan sebagainya yang r...

ULAMA PILAR PENJAGA KERUKUNAN BERSOSIAL

Gambar
Kerukunan dalam berinteraksi menjadi pilar utama untuk terwujud perdamaian yang nyata. Sebab, dengan mengedepankan interaksi yang mendamaikan, seseorang akan menemukan kaidah-kaidah kemanusiaan dari dalam dirinya sendiri untuk orang lain. Dengan kata lain, dirinya akan mengedepankan sikap-sikap yang positif yang bisa membangun ketahanan untuk keutuhan bangsa Indonesia dalam konteks sekarang ini. Dan, dalam hal ini ulama memiliki peran penting dalam menuntun masyarakatnya. Ulama yang sejatinya menjadi panutan bagi umat muslim dan muslimah yang ada di Indonesia harus memberikan wejangan/arahan yang bisa diterima oleh setiap orang. Dengan tanda kutip, tidak hanya orang Islam saja yang bisa mendapatkan wejangan tersebut. Melainkan, seluruh masyarakat yang menduduki Indonesia. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak merasa terdiskriminasi, tersisihkan dalam kebersamaan, hingga seseorang bisa merasakan perhatian dari orang lain, meskipun berbeda agama, ras, ataupun bahasany...